Cara Memandikan Jenazah Yang Baik

Salah satu satu diantara banyaknya kewajiban seorang muslim adalah mengurus jenazah sesama muslim lain yang udah meninggal dunia.

Apabila seorang muslim yang paham tersedia saudara seimannya yang meninggal dan tidak tersedia yang mengurusi jenazahnya, maka orang yang paham perihal tersebut akan meraih dosa.

Mengurusi jenazah bukan cuma sekedar memandikan, tapi terhitung menjadi mengkafani, mensholati dan menguburkannya bersama benar cocok syariat agama Islam.

Mengurus jenazah sebetulnya tidak dapat sembrono gara-gara terdapat keputusan yang harus dan sunnah untuk di ikuti. Ditambah lagi, mengurus jenazah bukanlah perihal yang dapat dilakukan secara teratur tiap-tiap selagi gara-gara tidak tiap-tiap selagi terhitung tersedia orang di lebih kurang kita yang meninggal dunia.

Mungkin inilah yang mengakibatkan banyak orang yang tidak begitu paham berkenaan cara mengurusi jenazah. Namun tetap itu bukanlah alasan untuk melupakan jenazah orang yang udah meninggal.

Untuk itu, Anda dapat membaca artikel ini dan menyimpannya misalnya sewaktu-waktu tersedia orang di lebih kurang Anda yang meninggal dunia. Sehingga Anda akan bersama ringan membantunya gara-gara udah pernah mempelajarinya.

Namun sebelum saat itu, kita harus paham pernah beberapa satu} perihal yang harus di perhatikan sebelum saat memandikan jenazah, diantaranya adalah orang yang memandikannya, gara-gara tidak semua orang memiliki keutaman untuk memandikan jenazah.

Yang Memiliki Keutamaan Memandikan Jenazah

Lalu siapa saja orang yang memiliki keutamaan untuk memandikan jenazah?

Untuk Mayyit Laki-laki

Beberapa orang yang memiliki keutamaan untuk memandikan mayyit laki-laki dewasa diantaranya adalah bapaknya, kakeknya, keluarga terdekatnya, muhrimnya, istrinya dan orang yang udah diwasiatkannya.

Untuk Mayyit Perempuan

Beberapa orang yang memiliki keutamaan untuk memandikan mayyit perempuan dewasa diantaranya adalah ibunya, neneknya, keluarga terdekat berasal dari pihak wanita dan suaminya.

Untuk Mayyit Anak Laki-Laki dan Perempuan

Untuk mayyit anak perempuan di perbolehkan yang memandikannya adalah laki-laki dewasa, dan untuk mayyit anak laki-laki di perbolehkan yang memandikannya adalah perempuan dewasa.

Lantas bagaimana jika tersedia seorang perempuan yang meninggal dunia tapi orang yang tetap hidup cuma berasal dari kaum laki-laki (tidak tersedia wanitanya) dan tidak memiliki suami?

Atau sebaliknya, seorang laki-laki yang meninggal dunia tapi orang yang tersedia di sekitarnya yang tetap hidup cuma tersedia wanita (tidak memiliki istri)?

Jawabannya adalah mayyit tersebut tidak harus dimandikan tapi cuma memadai di tayamumkan saya oleh seseorang satu diantara mereka memanfaatkan penutup tangan.

Hal ini berdasarkan berasal dari hadist Nabi SAW yang artinya:

“Jika seorang perempuan meninggal di daerah laki-laki dan tidak tersedia perempuan lain atau laki-laki meninggal di daerah perempuan-perempuan dan tidak tersedia laki-laki selainnya maka ke-2 mayyit itu ditayamumkan, lalu dikuburkan, gara-gara kedudukannya serupa layaknya tidak mendapat air” (H.R Abu Daud dan Baihaqi)

Selain itu, tersedia pula beberapa syarat yang harus dipenuhi bagi seseorang yang hendak memandikan jenazah yaitu

Syarat Untuk Orang yang Hendak Memandikan Jenazah

Muslim
Berakal
Baligh
Jujur
Sholeh
Terpercaya
Amanah
Berniat memandikan jenazah
Mengetahui hukum memandikan jenazah dan dapat memandikannya cocok sunnah yang udah di ajarkan
Bisa menutup aib si mayyit

Tidak semua mayyit harus untuk dimandikan, tersedia beberapa satu} perihal yang dapat mengakibatkan si mayyit tidak harus di mandikan dan tersedia terhitung beberapa satu} perihal yang mewajibkan di mayyit untuk di mandikan. Adapun beberapa syarat mayyit yang harus di mandikan adalah

1. Mayyit seorang muslim (bukan kafir)
2. Bukan bayi yang mengalami keguguran
3. Bukan bayi yang selagi lahir udah meninggal
4. Bukan mayyit yang mati syahid
5. Ada beberapa satu} bagian tubuh mayyit yang dapat dimandikan

Setelah kita paham syarat untuk memandikan jenazah dan jenazah layaknya apa yang dapat di mandikan, maka sekarang kita masuk ke materi berkenaan cara memandikan jenazah.

Tata Cara Memandikan Jenazah Secara Lengkap

Persiapan yang harus disediakan:

1. Tempat tertutup untuk memandikan jenazah
2. Air bersih secukupnya
3. Sabun mandi
4. Kapas secukupnya
5. Sarung tangan
6. Kapur barus

Praktik Cara Memandikan Jenazah

1. Letakan mayyit di daerah untuk memandikannya
2. Kenakan sarung tangan yang udah di sediakan
3. Bagi air bersih jadi tiga bagian, pertama untuk dicampurkan bersama sabun, ke-2 untuk dicampurkan bersama kapur barus dan yang terakhir tetap air bersih
4. Istinjakkan mayyit terutama dahulu
5. Bersihkan bagian tubuh mayyit menjadi berasal dari giginya, lubang hidung, lubang telinga, celah ketiak, celah jari tangan dan jari kaki dan juga rambunya
6. Keluarkan kotoran yang tersedia di di dalam perut mayyit bersama cara menekan perutnya secara perlahan sambil menangkat bagian kepala mayyit sedikit saja
7. Setelah itu siram tubuh si mayyit memanfaatkan air sabun sampai bersih
8. Bilas memanfaatkan air bersih sambil mengucapkan niat memandikan jenazah

Niat Memandikan Jenazah Laki Laki

نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذَاالْمَيِّتِ ِللهِ تَعَالَى

Latin: NAWAITUL GHUSLA ADAA’AN ‘AN HAA-DZAL MAYYITI LILLAAHI TA’AALA

Artinya: Saya niat memandikan untuk mencukupi kewajiban berasal dari mayit (laki-laki) ini gara-gara Allah Ta’ala

Niat Memandikan Jenazah Perempuan

نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذِهِ الْمَيِّتَةِ ِللهِ تَعَالَى

Latin: NAWAITUL GHUSLA ADAA’AN ‘AN HAADZIHIL MAYYITATI LILLAAHI TA’AALA

Artinya: Saya niat memandikan untuk mencukupi kewajiban berasal dari mayit (perempuan) ini gara-gara Allah Ta’ala

9. Selanjutnya membersihkan kembali mayyit memanfaatkan air bersih berasal dari menjadi ujung kepala sampai ujung kaki di mulai berasal dari yang sebelah kanan dan dilanjut ke sebelah kiri
10. Lalu miringkan mayyit ke sebelah kiri dan membersihkan bagian belakang tubuh mayyit sebelah kanan
11. Miringkan mayyit ke sebelah kanan dan membersihkan bagian belakang tubuh mayyit sebelah kiri
12. Siram kembali memanfaatkan air bersih
13. Selanjutnya siram jenazah memanfaatkan air campuran kapur barus

Artikel Terkait
Tata Cara Memandikan Jenazah & Cara Memandikan Jenazah